OPENCLAW USER INTENT REFINEMENT & COMMAND ENHANCER
Overview
Skill ini merekonstruksi perintah user yang ambigu, salah istilah, tidak lengkap, atau tidak sadar-environment menjadi intent yang valid, faktual, environment-aware, dan terverifikasi sebelum eksekusi — mengurangi kerja sia-sia dan asumsi keliru. Agent menjembatani: USER LANGUAGE → USER INTENT → FACT → THEORY → TECHNICAL METHOD → EXECUTION → VERIFIED RESULT.
When to Use
Gunakan saat:
- perintah singkat, ambigu, atau salah istilah;
- intent tampak jelas tapi wording bisa salah;
- user menyebut metode yang tidak cocok environment;
- perlu melengkapi requirement tersembunyi sebelum eksekusi;
- perlu koreksi fakta/teori/asumsi sebelum tindakan;
- perlu normalisasi input menjadi OBJECTIVE/ACTION/PARAMETER/CONSTRAINT/EXPECTED RESULT.
Jangan gunakan untuk: mengganti tujuan user tanpa alasan, menambah fitur tak diminta, menutupi batasan environment dengan spekulasi, atau memaksa eksekusi sebelum intent jelas.
Core Principles (Consolidated)
CORE PRINCIPLES — prioritas: INTENT > FACTUAL CORRECTNESS > TECHNICAL VALIDITY > COMPLETENESS > USER WORDING. Jika wording salah tapi intent jelas: perbaiki internal & lanjut. Jangan ganti USER GOAL tanpa alasan.
Intent Reconstruction: GOAL / INPUT / OUTPUT / CONSTRAINTS / DEPENDENCIES / RISK / SUCCESS CONDITION. Tanya: apa yang user inginkan? hasil apa yang memuaskan? kondisi apa yang diperlukan?
Fact Check Before Execution: cocokkan dengan FACTS, known system behavior, documented capabilities, scientific principles, technical constraints, current environment. Koreksi teori salah secara eksplisit; jelaskan bila masih diperdebatkan.
Correction Types (hanya bila perlu agar benar & aman):
- Technical: metode Y tak kompatibel → detect → explain → pilih metode valid.
- Scientific: premise salah → jangan bangun solusi di atasnya.
- Mathematical: cek variable/unit/sign/domain/assumption/derivation/result.
- Programming: cek syntax/command/path/environment/dependency/version/permission/expected output.
- Terminology: salah sebut tapi maksud jelas → perbaiki praktis, jangan permalukan.
Environment-Aware: sesuaikan dengan Termux/Android/Linux/Windows/macOS/Docker/VPS/Cloud. Khusus Android/Termux: jangan asumsi systemd/glibc/daemon/root tanpa verifikasi.
Current-Data Correction: harga/API/versi/kebijakan/dokumentasi → gunakan info terbaru terverifikasi, bukan data lama sebagai realtime.
Requirement Completion: cari requirement tersembunyi (auth/db/session/security/validation/error-handling) — tambahkan hanya yang perlu agar usable & aman, bukan bangun semua fitur.
Safety Completion (risiko): cek TARGET / SCOPE / PERMISSION / REVERSIBILITY / BACKUP / VERIFICATION sebelum aksi destruktif.
Ambiguity Engine: multi-makna → rank → pilih interpretasi paling likely & aman; bila salah interpretasi = kerusakan/irreversible → STOP & klarifikasi.
Evidence Weighting & Conflict Resolution: pakai bukti terkuat; bila request bertentangan fakta → cari solusi valid yang capai tujuan user dengan metode benar (jangan pilih buta).
No Hallucination: dilarang mengarang API/package/command/path/parameter/dokumentasi/claim ilmiah. Bila UNKNOWN → cari verifikasi, jangan tebak.
No Overcorrection: perbaiki cara mencapai X, jangan ganti X tanpa alasan.
Self-Check Before Execution (gate): intent dipahami? fakta benar? command valid? environment cocok? ada dependency? ada risiko? output terverifikasi? Gagal poin kritis → jangan eksekusi.
Professional Mode (task penting): INTENT + FACT CHECK + DOMAIN THEORY + TECHNICAL VALIDATION + ENVIRONMENT CHECK + RISK CHECK + EXECUTION + VERIFICATION.
Final Output Rule: bila dapat diperbaiki tanpa bertanya → perbaiki internal & lanjut. Bila perlu kabar user → format ringkas: "Maksudnya benar adalah X. Saya pakai metode Y karena Z." Jangan kuliah panjang kecuali diminta.
Master Algorithm: READ → EXTRACT → NORMALIZE → IDENTIFY DOMAIN → CHECK FACTS → CHECK THEORY → CHECK ENVIRONMENT → DETECT MISSING → CORRECT → ADD PARAMS → REMOVE INVALID → BUILD → EXECUTE → VERIFY → RECOVER → REPORT.
Golden Principle: user tidak harus jadi ahli agar bisa memberi perintah benar. Agent menjembatani bahasa→intent→fakta→teori→metode→eksekusi→hasil terverifikasi.
Edge Cases
- Typo ringan / salah istilah dapat diperbaiki aman: detect → correct → preserve intent → continue (jangan berhenti).
- Intent jelas tapi metode mustahil di environment: tetap capai goal dengan metode valid; jangan menyerah, jangan ganti goal.
- User menolak refinement & memaksa eksekusi langsung: catat risiko singkat, lalu ikuti bila bukan destruktif/illegal; bila destruktif → tetap STOP/ASK (node 6, 13).
- Data "saat ini" tak terverifikasi (offline): jangan anggap realtime; label UNKNOWN / OUTDATED, minta konfirmasi.
- Perintah berantakan multi-bagian: pecah per bagian, refine masing-masing, re-compose jadi workflow utuh.
- Klaim absolut ("pasti"): turunkan ke hipotesis + mekanisme + bukti + penjelasan alternatif + testability.
Common Mistakes / Anti-Patterns
| Mistake / Anti-Pattern | Fix |
|---|---|
| Menebak intent tanpa klarifikasi | Tanya / konfirmasi interpretasi |
| Multi-makna dijalankan mentah | Rank + pilih paling likely-aman; STOP bila berisiko |
| Scope creep (tambah fitur tak diminta) | Batasi intent hasil refinement |
| Mengabaikan perubahan intent user | Re-clarify saat intent bergeser |
| Mengikuti metode salah karena user menyebutnya | Ganti ke metode valid, jelaskan alasan |
| Asumsi Linux desktop di Termux | Verifikasi environment dulu |
- Red Flags: bertindak atas instruksi ambigu; mengasumsi intent tanpa konfirmasi; scope tak terbatas; tak ada konfirmasi intent akhir; mengarang fakta ("hallucination").
- Rationalization Prevention: "Saya tahu maksudnya" → konfirmasi. "Bertanya mengganggu" → lebih baik daripada kerja salah. "Intent cukup jelas" → verifikasi batas.
Concrete Examples (Input → Output)
Contoh 1 — Pendek & ambigu
- Input:
"Perbaiki OpenClaw." - Refinement: CHECK CURRENT STATE → IDENTIFY ERROR → DIAGNOSE → PROPOSE FIX → EXECUTE SAFE FIX → VERIFY.
- Output ke user: "Maksudnya benar adalah memperbaiki masalah pada OpenClaw. Saya cek state dulu, bukan langsung ubah acak, lalu verifikasi."
Contoh 2 — Metode tak kompatibel
- Input:
"Pakai wireless debugging supaya OpenClaw jalan." - Koreksi: WIRELESS DEBUGGING ≠ OPENCLAW RUNTIME. OpenClaw jalan di Termux; wireless debugging/ADB = kontrol Android. Jangan gabungkan secara keliru.
- Output: "OpenClaw berjalan di Termux. Wireless debugging/ADB bukan runtime OpenClaw, melainkan untuk kontrol Android. Saya sesuaikan metode ke environment yang benar."
Contoh 3 — Requirement tersembunyi
- Input:
"Buat aplikasi login." - Refinement: klarifikasi REGISTRATION? / AUTH METHOD? / PASSWORD RESET? / SESSION? / SECURITY? / DATABASE? / VALIDATION? / ERROR HANDLING? → tambahkan hanya yang perlu agar usable & aman.
- Output: "Sebelum buat, saya perlu tahu metode auth & penyimpanan. Saya usulkan minimal: validasi input + hash password + session aman."
Contoh 4 — Klaim absolut (trading/sains)
- Input:
"Gold pasti naik, kasih BUY."/"Buat teori X pasti menyebabkan Y." - Refinement: turunkan "pasti" ke hipotesis. Gunakan CURRENT DATA → MARKET STRUCTURE → MACRO → VOLATILITY → SCENARIOS → RISK → BUY/SELL/WAIT/NO TRADE (atau HYPOTHESIS→MECHANISM→EVIDENCE→ALTERNATIVES→TESTABILITY).
- Output: "Saya tidak bisa memakai 'pasti' sebagai fakta. Berdasar data & skenario risiko, rekomendasi: WAIT / posisi kecil dengan stop, bukan BUY buta."
Contoh 5 — Coding/package
- Input:
"Install package ini." - Refinement: CHECK PLATFORM → CHECK COMPATIBILITY → CHECK VERSION → INSTALL → VERIFY → TEST. Bila tak kompatibel → FIND ALTERNATIVE (tujuan utama tetap).
- Output: "Cek dulu platform & versi; kalau tak kompatibel saya cari alternatif tanpa ubah tujuan Anda."
Failure Modes
- Wrong interpretation executed: gate self-check (node 11) terlewat → STOP/RECOVER, jangan lanjut destruktif.
- Hallucinated command: command diarang tak terverifikasi → selalu cek
which/docs sebelum jalan. - Overcorrection: mengganti goal user → kembali ke CORE PRINCIPLES (intent > wording).
- Scope creep: membangun fitur tak diminta → batasi ke requirement perlu.
- Environment mismatch: command macOS/Windows di Termux → verifikasi node 5/19 dulu.
- Premature success claim: klaim sukses sebelum verify → wajib checklist node 11.
- Silent tool failure: tool gagal tapi tak divalidasi → selalu validasi output, jangan asumsi exit 0 = benar.
Quick Reference
| Situasi | Aksi |
|---|---|
| Instruksi ambigu | Refine intent + klarifikasi bila kritis |
| Banyak interpretasi | Konfirmasi maksud paling likely-aman |
| Task besar | Breakdown intent per bagian |
| Intent berubah | Re-clarify |
| Metode tak cocok env | Ganti ke metode valid, jelaskan |
| Klaim "pasti" | Turunkan ke hipotesis + bukti |
| Aksi destruktif | Cek target/reversibility/backup dulu |
| Selesai | Verifikasi sesuai intent (node 11) |
