360 Secure SkillHub
360 安全技能中心

Openclaw Skill Generator

该 Skill 接收零散想法、笔记、命令序列或工作流,按分析、架构、实现、验证、加固等阶段生成 OpenClaw SKILL.md;包含平台检测、工具可用性检查、错误处理、重试回退、安全约束和自检评分。明确不用于编辑、调试或运行已有 Skill。

pmuhammadagus-byte
pmuhammadagus-byte
热度 27.25
最近更新 2026-08-26 01:56:06
分类:开发依赖:读写文件 / 内部调用大模型应用场景:工作流 / 模板 / 代码生成

安装技能

复制下面的话术发给你的 Agent,它会通过 secure-skills 检索并安装该技能。

执行命令安装此 skill: npx secure-skills-cli add pmuhammadagus-byte/skill-generator
Metadata
name
openclaw-skill-generator
description
Gunakan skill ini saat: user memberikan ide, catatan, atau workflow yang belum terstruktur dan meminta dibuat jadi; user ingin membuat skill OpenClaw baru dari bahan mentah;; user memiliki masalah/cara kerja yang berulang dan ingin dijadikan kemampuan agent yang bi. Aktif untuk tugas terkait openclaw-skill-generator.
metadata
{"openclaw":{"version":"1.0.0"}}
author
pmuhammadagus-byte
license
MIT

OPENCLAW WRITING SKILL GENERATOR

When to Use

Gunakan skill ini ketika:

  • user memberikan ide, catatan, atau workflow yang belum terstruktur dan meminta dibuat jadi skill;
  • user ingin membuat skill OpenClaw baru dari bahan mentah;
  • user memiliki masalah/cara kerja yang berulang dan ingin dijadikan kemampuan agent yang bisa digunakan kembali;
  • user meminta "buat skill dari ini" meskipun bahan masih berantakan;
  • user ingin standarisasi cara kerja menjadi SKILL.md yang valid.

Jangan gunakan untuk:

  • mengedit skill yang sudah ada (gunakan editor langsung);
  • debugging skill yang sudah ada (gunakan systematic-debugging);
  • menjalankan skill yang sudah ada;
  • operasi destruktif tanpa validasi.

PURPOSE

Menerima bahan mentah dari user dan mengubahnya menjadi SKILL.md OpenClaw yang:

  • valid;
  • dapat dieksekusi agent;
  • memiliki trigger, input, output, workflow, error handling, dan recovery yang jelas;
  • sesuai environment yang digunakan (Termux/Android-aware);
  • tidak mengarang fakta teknis;
  • siap dipakai berulang kali.

RAW MATERIAL TYPES

Bahan dari user bisa berupa:

  • ide atau konsep singkat;
  • catatan acak;
  • urutan command yang sering dijalankan;
  • workflow yang sudah ada tapi belum terstruktur;
  • kode atau snippet;
  • URL atau referensi;
  • masalah beserta solusi yang belum terorganisir;
  • pengalaman yang ingin dijadikan standar;
  • gabungan dari semua di atas.

ANALYSIS FRAMEWORK

Untuk setiap bahan, ekstrak jawaban untuk:

WHAT Apa yang sebenarnya ingin dilakukan?

WHY Mengapa skill ini dibutuhkan? Apa nilainya?

WHEN Kapan skill harus diaktifkan?

WHEN NOT Kapan skill tidak boleh digunakan?

INPUT Apa yang diterima skill?

PROCESS Apa langkah-langkah yang harus dilakukan?

TOOLS Tool mana saja yang dibutuhkan?

OUTPUT Apa hasil akhir yang diharapkan?

CONSTRAINT Apa batasan yang harus dihormati?

FAILURE Apa yang bisa gagal dan bagaimana recovery?

Jika informasi tidak ada di bahan:

  • buat asumsi yang masuk akal;
  • tandai sebagai ASSUMPTION;
  • jangan perlakukan asumsi sebagai fakta.

SKILL ARCHITECTURE

Setiap skill yang dihasilkan harus memiliki struktur konseptual ini:

SKILL ├── Identity │ ├── name │ ├── description │ └── trigger conditions ├── Purpose ├── When to Use ├── When NOT to Use ├── Requirements ├── Inputs ├── Workflow │ ├── Phase 1 — Analysis │ ├── Phase 2 — Design │ ├── Phase 3 — Implementation │ ├── Phase 4 — Validation │ ├── Phase 5 — Hardening │ └── Phase 6 — Finalization ├── Decision Logic │ └── IF/ELSE rules ├── Tool Usage │ └── Available tools and fallbacks ├── Execution Rules ├── Validation │ ├── Self-check checklist │ └── Quality gate ├── Error Handling │ ├── Error categories │ ├── Recovery flow │ └── Retry policy ├── Security │ └── Secret handling ├── Output Rules │ └── Final response format └── Examples └── Normal/failure/edge cases

Tidak semua bagian harus diisi. Saring bagian yang relevan. Jangan mengisi bagian hanya agar skill terlihat panjang.


PLATFORM AWARENESS

Sebelum menentukan implementasi, deteksi environment:

IF $PREFIX contains com.termux OR $HOME contains com.termux: PLATFORM = TERMUX RULES:

  • Jangan asumsikan systemd
  • Jangan asumsikan path /usr/local/...
  • Jangan asumsikan desktop Linux tools tersedia
  • Prioritaskan tool yang tersedia di Termux package manager
  • Perhatikan ARM64 architecture
  • Perhatikan permission dan storage restrictions
  • Background process memiliki keterbatasan

ELSE IF uname -s = Linux AND uname -m = x86_64: PLATFORM = LINUX_DESKTOP RULES:

  • Tool desktop biasanya tersedia
  • Path lebih fleksibel
  • Systemd mungkin tersedia

ELSE IF uname -s = Darwin: PLATFORM = MACOS RULES:

  • Gunakan tool macOS-native
  • Perhatikan perbedaan command

ELSE: PLATFORM = UNKNOWN RULES:

  • Gunakan pendekatan konservatif
  • Validasi tool sebelum digunakan

Jangan memindahkan solusi Linux desktop ke Termux tanpa pemeriksaan.


TOOL AWARENESS

Sebelum menentukan implementasi, verifikasi tool yang tersedia:

CHECK:

  • exec untuk shell commands
  • read untuk file reading
  • write untuk file writing
  • edit untuk file editing
  • web_fetch untuk URL fetching
  • web_search untuk web search
  • memory_search untuk memory recall
  • cron untuk scheduling
  • message untuk messaging

Jangan menggunakan tool yang tidak tersedia. Jika tool tidak tersedia, berikan fallback atau laporkan ERROR.


NO FABRICATION RULES

DILARANG mengarang:

  • command yang belum diverifikasi
  • API yang belum ada
  • tool yang belum tersedia
  • path yang tidak valid
  • package yang tidak terinstall
  • environment variable yang tidak ada
  • kemampuan platform yang tidak ada
  • hasil eksekusi yang belum dilakukan

Jika informasi tidak diketahui:

  • tandai sebagai UNKNOWN atau ASSUMPTION
  • berikan cara verifikasi
  • jangan perlakukan sebagai fakta

PRIORITAS: REAL DATA > VERIFIED CONFIGURATION > DOCUMENTED ASSUMPTION > SAFE DEFAULT


ERROR HANDLING

Kategorikan error:

INPUT ERROR → Jelaskan format yang salah → Berikan contoh yang benar → Jangan lanjut tanpa konfirmasi jika kritis

DEPENDENCY ERROR → Laporkan tool/package yang hilang → Berikan cara install → Gunakan fallback jika ada

TOOL ERROR → Laporkan pesan error dari tool → Jangan lanjut jika output tidak bisa dipercaya

NETWORK ERROR → Laporkan koneksi gagal → Gunakan fallback offline jika ada → Jangan infinite retry

AUTH ERROR → Laporkan credential masalah → Jangan mencoba retry auth tanpa perubahan

TIMEOUT → Laporkan durasi yang exceeded → Gunakan fallback atau perintah lebih ringkas

PERMISSION ERROR → Laporkan path/operation yang ditolak → Berikan recovery: chmod, sudo, atau alternatif

ENVIRONMENT ERROR → Laporkan platform mismatch → Gunakan solusi yang sesuai platform

OUTPUT ERROR → Laporkan output yang tidak sesuai ekspektasi → Validasi ulang atau repair

UNKNOWN ERROR → Tangkap exception → Laporkan dengan jelas → Jangan lanjut dengan asumsi

Untuk setiap error: DETECT → EXPLAIN → RECOVER → RETRY/FALLBACK → VERIFY → REPORT


RETRY & FALLBACK

Gunakan retry secara cerdas:

PRIMARY METHOD ↓ FAILED? ↓ SAFE RETRY max 2x dengan timeout ↓ FAILED? ↓ FALLBACK method ↓ FAILED? ↓ STOP REPORT ERROR

Aturan:

  • Jangan retry tanpa batas
  • Jangan retry setelah operasi destruktif
  • Jangan lanjut jika validator gagal dengan ERROR kritis
  • Gunakan exponential backoff jika relevan

SECURITY

Skill tidak boleh:

  • membocorkan secret
  • menampilkan API key/token/password
  • menyimpan credential sembarang
  • menjalankan command berbahaya tanpa validasi
  • menghapus file penting tanpa konfirmasi
  • melakukan operasi destruktif tanpa pemeriksaan

Untuk operasi berisiko: CHECK → CONFIRM TARGET → EXECUTE → VERIFY

Gunakan placeholder untuk credential:

  • TELEGRAM_BOT_TOKEN
  • OPENAI_API_KEY
  • GITHUB_TOKEN
  • GROQ_API_KEY

Jangan memasukkan secret nyata ke dalam SKILL.md.


SELF-VERIFICATION

Sebelum menyatakan skill selesai, verifikasi:

DID IT ACTUALLY WORK?

Bedakan:

  • COMMAND EXECUTED (command berhasil dijalankan)
  • TASK SUCCESSFULLY COMPLETED (hasil benar-benar sesuai)

Jika memungkinkan, verifikasi output secara nyata.


QUALITY GATE

Nilai skill yang dihasilkan:

Architecture: alur skill logis dan tidak terputus? Reliability: tetap berjalan jika sebagian tool gagal? Clarity: instruksi jelas untuk agent? Tool Usage: hanya pakai tool yang tersedia? Error Handling: semua error tercover? Security: aman dari secret exposure? Compatibility: sesuai Termux/Android/desktop? Maintainability: mudah diperbarui? Extensibility: mudah menambah fitur? Verification: agent bisa mempercayai hasil?

Target: minimal 90 untuk production-ready.

Jika di bawah 90: perbaiki skill sebelum final.


SKILL SCORING

0–49 = INCOMPLETE 50–69 = BASIC 70–79 = GOOD 80–89 = ADVANCED 90–95 = PROFESSIONAL 96–100 = MASTER / PRODUCTION-GRADE


OUTPUT FORMAT

Setelah membuat skill, berikan:

STATUS: PRODUCTION-READY / NEEDS IMPROVEMENT PLATFORM: TERMUX / LINUX_DESKTOP / MACOS / UNKNOWN SCORE: 0-100

SUMMARY:

  • Ringkasan skill yang dibuat

SKILL STRUCTURE:

  • Daftar bagian yang diisi

DECISIONS:

  • Asumsi yang dibuat (jika ada)
  • Alasan pemilihan tools
  • Platform-specific choices

VALIDATION:

  • Checklist yang terpenuhi
  • Checklist yang belum terpenuhi (jika ada)

RECOVERY NOTES:

  • Bagaimana jika skill gagal
  • Fallback yang tersedia

NEXT STEPS:

  • Apa yang perlu dilakukan user selanjutnya
  • Bagaimana menguji skill
  • Bagaimana mengembangkan skill lebih lanjut

SKILL WRITING WORKFLOW

PHASE 1 — REQUIREMENT ANALYSIS ↓ Pahami WHAT/WHY/WHEN/INPUT/PROCESS/OUTPUT/CONSTRAINT/FAILURE

PHASE 2 — ENVIRONMENT ANALYSIS ↓ Deteksi platform dan verifikasi tools

PHASE 3 — ARCHITECTURE ↓ Buat struktur skill sesuai konteks

PHASE 4 — IMPLEMENTATION ↓ Tulis SKILL.md

PHASE 5 — VALIDATION ↓ Cek konsistensi, trigger, error handling

PHASE 6 — HARDENING ↓ Tambahkan fallback, security, platform-aware rules

PHASE 7 — SELF-TEST ↓ Simulasikan normal, failure, edge case

PHASE 8 — FINALIZATION ↓ Berikan output format lengkap


MODE AUTOMATIC ENGINEERING

Jika requirement ambigu tapi masih dapat disimpulkan secara aman:

  • jangan berhenti untuk bertanya
  • buat asumsi yang masuk akal
  • tandai sebagai ASSUMPTION
  • lanjutkan implementasi

Namun jika ambiguity dapat menyebabkan:

  • kehilangan data
  • kerusakan sistem
  • credential exposure
  • operasi destruktif
  • konsekuensi besar

maka gunakan SAFE-STOP dan laporkan kebutuhan klarifikasi.


GOLDEN RULE

Jangan menulis skill seperti dokumentasi. Tulis skill seperti membangun:

«OTAK OPERASIONAL UNTUK AGENT OPENCLAW.»

Skill harus membuat agent mampu:

MEMAHAMI ↓ MEMILIH ↓ BERTINDAK ↓ MEMERIKSA ↓ MEMPERBAIKI ↓ MENYELESAIKAN

Bukan hanya menerima input dan mengeluarkan jawaban.


FINAL COMMAND

Setiap kali user memberikan bahan mentah:

ANALYZE → EXTRACT → STRUCTURE → ENHANCE → IMPLEMENT → VERIFY → HARDEN → SELF-TEST → FINALIZE

Kemudian hasilkan skill OpenClaw terbaik yang dapat dibangun dari bahan tersebut, tanpa mengarang fakta teknis yang tidak tersedia.

Bahan mentah boleh berantakan. Tugasmu adalah membuatnya menjadi skill yang luar biasa.

Common Mistakes

Mistake Fix
Incomplete frontmatter Include name + description minimum
No validation Validate before deploy
Non-standard structure Follow ClawHub conventions
No testing Test the generated skill

Red Flags

  • Missing frontmatter fields
  • Non-standard skill structure
  • No validation step
  • Generated skill untested

Rationalization Prevention

Excuse Reality
"I'll fill metadata later" Fill it now.
"This structure is fine" Follow the standard.
"No time to test" Deploying untested = broken.

How to Use

  1. Gather: Collect raw ideas/notes/workflows from the user.
  2. Structure: Transform into a valid SKILL.md.
  3. Validate: Check frontmatter, structure, and conventions.
  4. Deploy: Save to workspace and verify it loads.

See SKILL WRITING WORKFLOW for the full procedure.

Quick Reference

Situasi Aksi
Butuh skill baru Generate dari template
Struktur skill Ikuti ClawHub standar
Validasi skill Cek frontmatter + konten
Skill tidak jalan Debug struktur
Publikasi Package + dokumentasi